Healing with Cycling
Annyeong, yeorobun.
Hari ini aku mau cerita, semingguan ini aku lagi senang banget bersepeda. Mengingatkan kembali sewaktu aku masih sekolah di MTs yang setiap hari naik sepeda untuk menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer. Meski begitu perasaan naik sepeda dahulu dan sekarang itu sedikitnya masih sama.
Kalau dahulu, naik sepeda itu supaya bisa sampai ke sekolah. Kalau sekarang, naik sepeda sebagai hobi, sebagai media untuk healing setelah seharian bekerja di depan monitor kantor.
Kenapa Memilih Bersepeda?
Kalau ditanya kenapa memilih bersepeda? Karena memang aku suka naik sepeda. Aku pernah memilih olahraga lari. Rutin setiap pagi kalau tidak sore, aku lari keliling komplek atau desa sebelah. Tapi pas pulangnya sudah malas sekali. Dan makin ke sini, malas sekali untuk berlari. Jadi biar tubuh tetap gerak, aku memilih untuk mengayuh sepeda.
Selain itu, aku senang bersepeda mengelilingi desa, apalagi jalan-jalan di desaku ini masih banyak sawah, pemandangan pegunungan, dan masih banyak juga pepohonan. Aku juga senang sekali menyapa para tetangga, atau orang-orang yang aku temui saat bersepeda. Menyapa dan berbagi senyuman. Saat ini aku rutin bersepeda pada pagi hari sebelum berangkat kerja, atau sore hari selepas pulang kerja.

2 komentar untuk "Healing with Cycling "